Manfaat dan Kekurangan Pupuk Kotoran Ayam

By | 01/07/2019 - [jp_post_view]

infotani.id – Manfaat dan Kekurangan Pupuk Kotoran Ayam.

Sekilas bahwa pupuk yang ramah lingkungan dan membuat lahan tetap produktif adalah pupuk kandang. Pupuk yang kaya dengan bahan-bahan organik tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan sifat-sifak fisika, biologi dan kimia tanah.

Apa yang terjadi kalau tanah subur? Apapun tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanaman akan memberikan produktifitas yang tinggi. Apapun jenis tanaman yang ditanam akan hidup dan tumbuh. Bahkan, “tongkat” pun hidup he..he..seperti dalam lirik lagu “Kolam Susu” yang dinyanyikan oleh Koes Plus dan sangat popular pada era 70-an, “tongkat, kayu dan batu jadi tanaman.”

Kelemahan aplikasi pupuk kotoran ayam Kembali ke kotoran ayam sebagai bagian dari pupuk organik. Memang, pupuk yang berasal dari kotoran ternak tersebut memiliki kelemahan. Kelemahannya, butuh dalam jumlah relatif banyak, maka untuk mengangkut pupuk kandang membutuhkan angkutan khusus dan juga biaya. Penggunaan pupuk kandang memerlukan tenaga yang banyak untuk aplikasi di lahan.

Pupuk kandang memiliki unsur hara lengkap. Terlepas dari kelemahan itu, yang pasti pupuk kandang memiliki unsur hara yang lengkap. Tapi, jumlah kandungan unsur hara dalam pupuk kandang berbeda-beda tergantung sumber kotoran ternak dan jenis pakannya. Pupuk kandang, misalnya, yang berasal dari kotoran ternak memiliki kandungan nitrogen lebih tinggi dari pupuk kandang sapi atau kerbau.

Kotoran ayam ; Hara tinggi, tapi hati-hati untuk aplikasi Kotoran ayam termasuk dalam salah satu jenis pupuk yang memiliki kandungan hara tinggi. Tetapi, pupuk kandang yang berasal dari ayam atau unggas hati-hati dalam penggunaannya karena termasuk dalam pupuk panas.  Maksudnya pupuk ini proses dekomposisinya oleh mikroba begitu cepat hingga terbentuknya banyak gas yang menimbulkan panas.

Jika kotoran ayam diaplikasikan dalam bentuk segar/basah, tanaman akan sangat terganggu karena panas dan kompetisi nutrisi dengan mikoorganisme/dekomposer di sekitar perakaran tanaman. Karena itu, alangkah baiknya jika kotoran ayam yang masih segar difermentasi atau dikomposkan terlebih dahulu.

Kandungan Hara Pupuk Kotoran Ayam Apa sih yang terkadung dalam kotoran ayam? Apakah kotoran ayam bermanfaat untuk tanaman? Kalau bermanfaat untuk tanaman, tanaman yang bagaimana? Itulah yang masih bertanya-tanya dalam pikiran kita. Tapi, umumnya mengatakan bahwa kotoran ayam bagus untuk tanaman.

Untuk lebih jelasnya, kita buka lembaran kandungan hara dalam pupuk yang berasal dari kotoran ayam. Kandungan N, P, dan K pada pupuk kandang dari kotoran ayam lumayan tinggi, yaitu berkisar 1,5 – 1,7% N, 1,9 P dan 1,5 K. Kandungan ini bisa berbeda-beda tergantung jenis pakan ayam.

Kandungan unsur hara pupuk kandang ayam lebih tinggi dari kandungan hara dalam pupuk kandang sapi atau pun kuda. Nitrogen dalam pupuk kandang sapi hanya berkisar atau pun kuda hanya berkisar pada angka 0,3 – 0,5%. Demikian juga dengan P dan K, unsur ini juga lebih rendah dalam pupuk kandang sapi ataupun kuda.

Manfaat Kotoran Ayam Untuk Tanaman Semusim Jadi, kalau “menengok” sekilas ke dalam kotoran kotoran ayam, maka manfaat kotoran ayam untuk tanaman luar biasa dan mengejutkan. Kenapa? Unsur hara makro N, P, dan K dalam kotoran ayam memiliki kandungan yang tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak lain. Karena kotoran ayam adalah pupuk yang kandungan bahan organik, yaitu C/N rendah, maka proses dekomposisi bahan organik juga cepat selesai dan hara dilepaskan segera tersedia untuk tanaman. Oleh karena itu, Kandungan hara kotoran ayam mampu meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman.

Melihat kandungan bahan organik, prosesnya yang cepat, dan unsur esensial yang dikandungnya,  maka pupuk kandang dari kotoran ayam lebih cocok digunakan untuk tanaman semusim atau jenis tanaman sayur-sayuran yang umurnya pendek. Pertumbuhan tanaman pun seperti tunas dan daun menjadi menjadi lebih optimal dan juga relatif tahan penyakit.

Manfaat Unsur-Unsur Hara Kotoran Ayam Unsur hara yang terkandung dalam pupuk yang bersumber dari kotoran ayam sangat banyak manfaatnya untuk pertumbuhan tanaman terutama kandungan N, P dan K. Masing-masing unsur hara memiliki peran yang sangat penting.Manfaat unsur hara N, P dan K dari kotoran ayam

Manfaat Nitrogen (N) Meningkatkan pertumbuhan tanaman terutama dalam pertumbuhan vegetatif seperti batang,cabang, tunas, dan daun. Membuat dauh menjadi hijau karena N penyusun dari khlorofil tanaman Zat untuk pembentukan protein dalam tubuh tanaman Tanaman yang menghasilkan daun, sayuran, akan menjadi lebih berkualitas

Manfaat Phosporus (P) Sumber energi untuk asimilasi dan respirasi tanaman Mer4ngsang dan mempercepat tumbuhnya akar tanaman Mer4ngsang pembentukan bunga dan buah Meningkatkan produksi biji-bijian

Manfaat Kalium (K) Berperan dalam pembentukan karbohidrat dan lemak Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan Meningkatkan kualitas hasil tanaman, rasa buah lebih manis Mencegah kerontokan bunga dan buah

Cara Aman Menggunakan Kotoran Ayam Untuk Tanaman Kotoran ayam yang baik digunakan adalah yang sudah menjadi pupuk. Maksudnya begini, jangan menggunakan kotoran ayam yang masih segar dan kandungan airnya tinggi. Ini akan terganggunya tanaman sebab kotoran ayam belum terdekomposisi secara sempurna. Jika pun harus diberikan, maka berikan jauh-jauh hari sebelum penanaman (1bulan sebelum tanam). Oleh karena itu, kumpulkan terlebih dahulu kotoran ternak pada suatu tempat khusus  (bisa digali lubang tanah). Tempat tersebut memiliki atap agar terlindungi dari hujan, namun dinding terbuka agar sirkulasi udara lancar. Biarkan bercampur dengan tanah dan bahan-bahan organik lainnya. Jika sudah tidak ada lagi bau khas kotoran ternak seperti bau amoniak atau asam sulfida dan sudahkering (kadar air rendah), maka pupuk kandang kotoran ayam tersebut sudah dapat digunakan. Biasanya kotoran sudah dapat digunakan setelah 1-2 bulan diproses secara natural (alami).

Kotoran ayam yang masih segar dapat pula dicampurkan dengan sekam atau jerami. Biasanya dipeternakan ayam sekam dijadikan alas dan bercampur dengan kotoran ayam. Kotoran yang bercampur dengan sekam dikumpulkan dan dikeringkan/diangin-anginkan.Ketika kadar air turun, ringan dan sudah tidak berbau khas kotoran ayam lagi, maka pupuk kandang ayam sudah dapat diaplikasi untuk keperluan pemupukan tanaman.

Ada kelebihan dari pencampuran kotoran ayam dengan sekam padi. Dengan penambahan sekam atau bahan organik lainnya, maka akan meningkatkan unsur-unsur hara dari pupuk kandang tersebut, seperti meningkatnya kadar kalium (P).

Hati-hati penggunaan dalam jumlah besar dan kontinyu. Namun, juga perlu hati-hati dalam penggunaan dalam jumlah besar dan kontinyu. Sebab, kotoran dari peternakan ayam yang menggunakan pakan ayam pabrikan, seperti ransum dan vitamin, ada kemungkinan mengandung zat-zat atau hormon tertentu yang dapat mengganggu kesuburan tanah dan tanaman.

Untuk penggunaan yang aman dan meyakinkan, perlu mendapatkan rekomendasi dari
penyuluh atau yang terkait. Namun, untuk ayam kampung yang  dipelihara secara tradisional (non pakan sintesis), kotorannya relatif lebih aman untuk digunakan pada tanaman.

Cara Aplikasi Pupuk Kandang Ayam

Ada 4 cara aplikasi pupuk kandang ayam yang dapat menjadi rujukan. Tapi, semuanya tergantung ketersediaan dan kebutuhan di lapangan. Caranya sebagai berikut :

1. Pupuk dimasukan dalam lubang tanam Jika ketersediaan pupuk kandang ayam terbatas, sebaiknya pupuk kandang dimasukkan dalam lubang tanam dan dicampurkan dengan tanah sekitar perakaran. Biasanya petani sayuran tradisional, seperti menanam cabai dan tomat, memberikan 1-2 genggam pupuk kandang per lubang sebagai pupuk dasar dan kemudian dicampurkan dengan tanah pada saat menanamnya.

2.  Pupuk diberikan sekitar perakaran.
Jika ingin memberikan pupuk susulan pada tanaman, maka pupuk diberikan ke dalam lubang di sekitar perakaran (melingkar sesuai dengan tajuk tanaman). Kedalaman penggalian lubang disesuaikan dengan jenis tanaman. Untuk sayur-sayuran, kedalam lubang untuk pupuk kandang sekitar 5-10 cm. Setelah pupuk diberikan, ditutup kembali dengan tanah. Walau sebenarnya penempatan pupuk ke dalam lubang biasanya diberikan pada pemupukan tanaman tahunan. Tapi, tidak salahnya jika memiliki tenaga yang banyak, pupuk kandang dapat diberikan dalam lubang tanam.

3. Pupuk diberikan pada larikan
Pupuk kandang ayam dapat diberikan dalam larikan di antara baris tanaman. Pupuk ditutup/dicampur dengan tanah agar terjadi “interaksi” pupuk dengan partikel-partikel tanah sehingga tanah menjadi gembur dan subur. Dengan suburnya tanah, produksi tanaman menjadi lebih tinggi.

4. Pupuk ditebar pada lahan Jika memiliki pupuk kandang ayam dalam jumlah besar, maka cara ini menjadi pilihan yang tepat untuk pemupukan dasar. Pupuk kandang ayam sudah ditebarsebelum lahan diolah (cultivated). Ini agar terjadi pencampuran dengan tanah hingga ke lapisan relatif lebih dalam.

Itulah manfaat kotoran ayam untuk tanaman. Selain dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman, penggunaan pupuk kandang sebetulnya juga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia,  sehingga kita tidak terlalu bergantung dengan pupuk kimia.

Demikian artikel Manfaat dan Kekurangan Pupuk Kotoran Ayam, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi petani.

Sumber : https://pupuklahan.blogspot.com


Bantu Share Agar Bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain, Terimakasih 🙂

TwitterFacebookTelegramLinkedInPin ItWhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *