Inilah Cara Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif

By | 10/08/2019 - [jp_post_view]

Infotani.id – Inilah Cara Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif

Tanaman kakao ialah tumbuhan perkebunan yang dapat di perbanyak dengan cara generatif dan cara vegetatif. Bibit yang dipakai merupakan tanaman dari tumbuhan lokal, dengan mempertimbangkan faktor kebiasaan lingkungan. Pembibitan tumbuhan kakao secara generatif mencakup :

1. Penyiapan sumber benih

Benih kakao yang dipakai ialah yang berasal dari bab tengah buah kakao, selanjutnya benih dibersihkan dari daging buah (pulp) dengan memakai bubuk dapur atau ampas gergaji.

2. Proses pendederan

Benih disemai diatas karung goni yang telah dibasahi dengan air. Jarak antara benih ialah 0,5 cm. Masa pendederan berlangsung selama 3 – 4 hari. Bibit tumbuhan kakao yang siap dipindahkan ke dalam polybag ialah yang mempunyai bakal akar berukuran maksimal 0,5 cm.

3. Penyiapan wadah dan media tanam

    1. Wadah yang sanggup dipakai dalam proses pembibitan tanaman kakao yaitu polybag, berukuran 15 cm x 25 cm, dan dilubangi sebanyak 24 pada setiap polybag.
    2. Media tanam yang dipakai untuk pembibitan terdiri dari tanah, pupuk sangkar dan pasir, dengan perb andingan 1 : 1 : 1. Semua media tanam dicampur secara merata lalu dimasukkan dalam polybag sampai penuh.

4. Pemindahan bibit dari pendederan

Biji kakao yang telah mengeluarkan akar lalu ditanam dalam polybag yang berisi media tanah dengan posisi akar mengarah kebawah dan sebagian biji kakao muncul dipermukaan tanah (hanya sebagian biji kakao yang tertancap ditanah). Setelah ditanam, polybagkemudian disiram.

5. Pemeliharaan bibit

Bibit yang telah berada dalam polybag lalu diletakkan dalam naungan yang terbuat dari daun kelapa. Untuk menjaga ketersediaan air pada media tanam bibit kakao, pada ketika isu terkini kemarau dilakukan penyiraman sebanyak 2 (dua) kali yang dilakukan pada pagi dan sore hari; sedangkan bila pada isu terkini hujan, tidak perlu dilakukan penyiraman.

Untuk merangsang pertumbuhan bibit, sanggup dipakai larutan daun gamal (sakura), dengan frekuensi dukungan pupuk 2 x dalam sebulan.

6. Penyiangan

Penyiangan dilakukan 1 (satu) kali seminggu.

7. Pengendalian hama dan penyakit.

Hama yang mayoritas menyerang bibit tumbuhan kakao selama masa pembibitan ialah ulat daun dan penghisap cairan. Pengendalian hama pada daun kakao sanggup dilakukan secara mekanis bila dalam skala serangan ringan, dan memakai pestisida nabati larutan akar tuba bila skala serangan hama mulai berat.

Demikian informasi tentang Inilah Cara Pembibitan Tanaman Kakao Secara Generatif, semoga bermanfaat. Terimakasih telah mengunjungi infotani.id

Sumber: https://kabartani.com


Bantu Share Agar Bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain, Terimakasih 🙂

TwitterFacebookTelegramLinkedInPin ItWhatsApp