Inilah Waktu Untuk  Memanen Sarang Walet Berkualitas

By | 30/07/2019 - [jp_post_view]

Infotani.id – Inilah Waktu Untuk Memanen Sarang Walet Berkualitas

Dalam memanen atau memetik Sarang Walet juga perlu diperhatikan ketelitian dalam membaca apakah sarang walet siap untuk dipanen. Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Hal ini dikaitkan dengan beberapa faktor, yaitu musim, keadaan burung walet, dan kualitas sarang burung. Untuk melakukan pemetikan ini, perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Memetik atau Memanen Sarang Walet Kondisi gedung walet yang siap untuk dipetik sarangnya. Apabila salah memanen, maka akan berakibat fatal bagi gedung walet dan bagi burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet akan merasa terganggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kerugian ini, para pemilik gedung walet perlu mengetahui teknik dan waktu pemanenan. Berikut adalah waktu/kesempatan dalam memanen sarang burung walet.

1. Panen Empat Kali Setahun

Cara panen seperti ini biasanya dilakukan pada gedung walet yang berpenghuni koloni walet yang padat dan sudah lama menghuni gedung tersebut.

Panen pertama Dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan itu belum bertelur. Selanjutnya, burung dipaksa un tuk membuat sarang kembali dengan segera. Panen seperti ini disebut cara rampasan.  Panen kedua Dilaksanakan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Selanjutnya, burung akan membuat sarang lagi dan bertelur. Panen kedua ini jangan sekali-kali dilakukan pada waktu telur baru satu butir. Cara panen seperti ini disebut cara buang telur.  Panen ketiga dan keempat dilakukan seperti panen kedua. Keuntungan cara panen empat kali setahun yaitu waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus, dan total produksi sarang burung per tahun lebih banyak.  Kelemahan cara ini yaitu tidak baik bagi pelestarian burung walet karena tidak ada peremajaan. Bila dilakukan terus menerus, burung walet kian menyusut jumlahnya dan lama kelamaan burung akan merasa terganggu karena burung mempunyai naluri untuk mempertahankan jenisnya. Akibatnya burung tersebut akan pindahmencari tempat baru yang lebih aman. Disamping itu, sarang menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur, sebagai bahan sarang, tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.

2. Panen Tiga Kali Setahun

Cara panen seperti ini dilakukan untuk gedung-gedung walet yang sudah berjalan cukup lama, tetapi masih diperlukan penambahan populasi. Dalam setahun, pengambilan sarang dilakukan tiga kali,yaitu panen pertama, kedua, dan ketiga.

Panen pertama Dilakukan dengan cara penetasan, yaitu setelah telur-telur walet menetas dan dapat terbang mencari makan sendiri. Biasanya, pada panen pertama ini kualitas sarang burung kurang bagus karena warna sarangnya berubah menjadi kehitam-hitaman, terutama sarang yang melekat pada dinding gua yang periode ini, bisa diharapkan populasi penghuni gedung walet semakin bertambah, dengan menetasnya telur-telur walet.  Panen kedua Panen kedua dilakukan dengan cara rampasan. Sarang dipetik ketika masih kosong belum terisi telur. Pemetikan dilakukan menjelang musim berbiak. Cara seperti ini dilakukan dengan maksud untuk merangsang burung tersebut agar mau membangun sarangnya dalam waktu yang lebih cepat. Dengan adanya rangsangan ini, burung walet akan melipat gandakan produksi air liurnya dan dalam waktu 40 hari sarang sudah selesai. Bila dilihat dari kualitasnya, hasil panen kedua agak baik bila dibandingkan dengan panen pertama. Sarang burung menjadi lebih putih sebab belum tercampur oleh kotoran anak burung, tetapi bobotnya ringan dan volumenya kecil.  Panen ketiga Panen ketiga dilakukan dengan cara buang telur. Sarang burung dipungut sesudah berisi dua butir telur, tetapi belum menetas. Telur dibuang atau dijual. Kualitas dan bobot sarangnya lebih baik daripada panen pertama dan kedua, namun bentuk sarangnya tidak sempurna.

Kelebihann sistem panen tiga kali setahun ini adalah sebagai berikut.

Dengan cara penetasan pada panen pertama, maka telur-telurnya dapat menggantikan walet tua yang pindah tempat atau dan mati. Dengan demikian, ada peremajaan burung walet pada gedung tersebut.  Hasil panen pada tahun berikutnya semakin meningkat karena populasi burung dalam gedung semakin banyak. Bertambah banyaknya populasi ini karena jumlah walet tua yang pindah atau mati lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah anak walet yang baru menetas.  Dengan adanya sistem buang telur pada panen ketiga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet. Akan tetapi, dengan cara panen tiga kali setahun ini, pemilik gedung harus benar-benar jeli dalam memperhatikan musim. Biasanya, panen pertama dilaksanakan pada musim huj an karena pada musim hujan akan tersedia makanan yang berlimpah untuk anak burung yang baru menetas. Disamping itu, produksi sarang burung sepanjang tahun mutunya berbeda-beda, tergantung musimnya.

3. Panen Dua Kali Setahun

Panen dengan pola seperti ini sangat tepat untuk gedung walet baru atau yang masih perlu dikembangkan populasinya. Panen dilakukan setiap enam bulan sekali. Baik panen pertama maupun panen kedua, dilakukan setelah telur walet menetas dan anak burung tersebut mampu terbang mencari makan sendiri. Meskipun bentuk sarangnya sempurna, namun mutu hasil panennya sangat rendah, kotor, berwarna kehitam-hitaman, dan harganya sangat rendah.

Demikianlah informsi tentang Waktu Untuk Memanen Sarang Walet Berkualitas, semoga bermanfaat.


Bantu Share Agar Bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain, Terimakasih 🙂

TwitterFacebookTelegramLinkedInPin ItWhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *