Kementan Dorong Pengembangan Komoditas Pisang Gapi Gorontalo

by -211 Views

INFOTANI.ID – Pisang Gapi merupakan salah satu komoditas prospektif di Kabupaten Gorontalo. Pemerintah setempat bersama Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini terus berupaya mendongkrak produktivitas para petani.

Salah satu yang tengah dimasifkan adalah program The Development Integrated Farming System at Upland Areas (Upland Project). Upland tidak lain program untuk membantu petani dalam mengembangkan pertanian di dataran tinggi (upland areas).

Pekan lalu, digelar kegiatan Pelatihan Kapasitas Staf Pemerintah tentang Standar Operating Procedure-Good Agricultural Practices (SOP-GAP) Komoditi Pisang Gapi. Giat berlangsung di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Fokusnya tentang standar operasional prosedur, praktik pertanian, komiditi pisang gapi, merupakan program sistem pertanian terpadu di daerah dataran tinggi.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang notabene didapuk sebagai pembicara mengatakan, pertanian dataran tinggi yang sangat potensial menjadi lokasi budidaya dan pengembangan pisang gapi.

“Pemda Kabupaten Gorontalo telah menetapkan Desa Dulamayo Selatan (Kecamatan Telaga dan Desa Toyidito) di Kecamatan Pulubala menjadi lokasi penanaman pisang gapi,”ujar Nelson melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/8).

Nelson menambahkan jika dua desa di Kabupaten Gorontalo tersebut kedepannya akan menjadi proyek percontohan pengembangan pisang gapi.

Sementara itu, Manager District Projeck Implementation Unit (DPIU) Upland, Sofyan Husin menjelaskan, pelatihan yang digelar bertujuan untuk memberikan penguatan kapasitas staf pemerintah penerima bantuan dalam menjalankan program sesuai prosedur. Mulai dari proses administrasi hingga pendampingan kepada petani. Program itu juga bekerja sama dengan dinas pertanian provinsi, perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang pertanian.

“Pemkab Gorontalo, mendapatkan loan agreement dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB),” kata Manager (DPIU) Upland, Sofyan Husin.

Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian atau International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Bank Pembagunan Islam atau Islamic Development Bank (IsDB) dikucurkan untuk membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan pertanian di dataran tinggi (upland areas).

Proyek Upland mempunyai beberapa tujuan. Salah satunya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan. Agar petani menjadi mandiri dan memiliki posisi tawar yang lebih baik, serta pengembangan pasar untuk komoditas pertanian baik domestik maupun ekspor, sambung Sofyan.

Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen-PSP Kementan RI Rahmanto menyatakan, program Upland sangat baik untuk meningkatkan ekonomi petani. Terlebih dilakukan dengan model pengembangan pertanian terpadu dan terintegritas. Serta mengutamakan aspek ramah lingkungan. Selain itu, program ini membuka kesempatan petani di pelosok desa agar lebih maju dan mandiri.

“Upland Project ini untuk meningkatkan produktivitas dan komoditas perkebunan di bidang tanaman hortikultura,” ucap Rahmanto saat memberikan materi secara daring.

Program yang menggunakan dana hibah luar negeri ini, diharapkan bisa meningkatkan kapasitas keilmuan para petani seiring dengan peningkatan pendapatan mereka. Selain itu, dengan meningkatkan kapasitas petani, program ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi produk-produk hasil pertanian, pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.