Kementan Anugerahi Sukoharjo dan PT Corin Golden Certificate, Ini Alasannya

by -75 Views

INFOTANI.ID – Sejumlah pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, petani serta pelaku usaha mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian berupa Golden Certificate atas prestasi dan kontribusi mereka dalam mengakselerasi dan mendorong sektor pertanian yang memberikan andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono menyampaikan bahwa pemberian penghargaan pertanian 2022 tersebut terbagi dalam berbagai kategori, yaitu, Pemda yang berhasil melakukan upaya pengendalian PMK, vaksinasi PMK tertinggi, peningkatan produksi padi, petani (bawang merah dan cabai) terbaik, dan pelau usaha pionir pengembangan alat mesin pertanian.

Salah satu penerima penghargaan, Hari Prabowo, Direktur Utama PT. Corin Mulia Gemilang (CMG) mengungkapkan bahwa apa yang ia terima merupakan kehormatan.

“Suatu kehormatan yang besar bagi kami. Usaha keras kami sekian lama ternyata dilihat secara detail oleh rekan-rekan di kementan termasuk oleh Bapak Menteri Pertanian,” kata Hari setelah menerima penghargaan di Kantor Pusat Kementan, Minggu, 14 Agustus 2022.

Hari menjelaskan bahwa PT. CMG merupakan perusahaan penyedia alat mesin pertanian yang fokus memproduksi alat-alat mesin pengolahan, alat panen dan pasca panen.

“Kami menyediakan alat pengolahan, mesin tanam ,traktor roda 4, mesin panen padi, jagung, drone untuk penyemprotan, mobile dryer untuk petani kecil yang mengalami kesulitan dalam pengeringan tentu saja dengan TKD yang sudah ditentukan pemerintah,” imbuhnya.

Hari yang menerima langsung Golden Certificate dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melanjutkan, pihaknya akan terus mendukung program yang digulirkan Kementan terutama dalam mengimplementasikan mekanisasi pertanian dan Taxi Alsintan.PT. CMG diganjar Kementan sebagai perusahaan pionir Alsintan dalam mendukung mekanisasi pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno yang mewakili Kabupaten Sukoharjo yang mendapatkan Golden Certificate atas upaya pengembangan kelapa genjah di wilayahnya mengaku bangga dan haru.

“Kami mengembangkan kelapa genjah seluas 1.000 hektar dengan jumlah populasi 110 ribu batang. Ini tentu akan menjadi sentra ekonomi baru karena hasil dari kelapa terrsebut akan digunakan sebagai bahan baku gula semut yang selama ini merupakan komoditas ekspor,” kata Windaryatno.

Menurutnya, selama ini bahan baku pembuatan gula semut didatangkan dari luar Sukoharjo. Namun, ia melanjutkan, Bupati Sukoharjo memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan potensi ini, apalagi langakh ini mendapatkan dukungan penuh dari Ditjen Perkebunan Kementan.

Penghargaan-penghargaan yang diberikan menurut Kasdi Subagyono adalah bentuk apresiasi, ungkapan terima kasih dan rasa syukur kami atas kerja keras Pemda, petani dan pelau usaha yang telah bersama-sama menjaga sektor pertanian tetap terus berproduksi.

“Hasil kerja keras kita selama ini ternyata diapresiasi oleh IRRI, Lembaga riset internasional penelitian padi terpercaya di tingkat internasional menyerahkan secara langsung Certificate of Aknowledgement, diterima langsung Bapak Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, tadi pagi (14/8),” kata Kasdi.

Alasan IRRI memberikan penghargaan itu karena Indonesia dinilai berhasil mewujdukan swasembada beras karena sukses membangun sistem pertanian dan pangan, serta mengimplementasikan teknologi dan inovasi beras.

“Tentunya, swasembada beras yang kita capai bersama ini bukan suatu hal yang mudah karena kita semua dihadapkan pada perubahan iklim ekstrem, wabah pandemi covid-19, dan perang Rusia – Ukraina. Tapi, Alhamdulillah tantangan-tantangan itu bisa kita ubah bersama-sama menjadi peluang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.